Sabtu, 28 April 2012

Hubungan Manusia dan Pencemaran Udara

Hubungan Manusia dan Pencemaran Udara

Tumbuhnya kawasan industri dan semakin padatnya pemukiman penduduk
di daerah perkotaan menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan yang nyata.
Kepadatan penduduk mempengaruhi beberapa aspek yang berkaitan dengan
kehidupan penduduk diantaranya kebutuhan udara bersih


Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia.

Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk
berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan.

Namun kebersihan udara tidak semata-mata ditentukan oleh kadar oksigen saja.

Gas-gas lain yang ada di udara seperti karbon dioksida, oksigen nitrogen, danoksigen
belerang juga mempengaruhi kualitas udara. Apabila kandungan gas-gas inimeningkat,
maka dapat dikatakan bahwa udara telah tercemar.
Bertambahnya pemukiman,alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan
bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2
dan CO di udara semakin tinggi.
Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida
nitrogen(NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara.
Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.

Jadi dapat dimahami bahwa akan semakin sulit mencari udara bersih di

daerah perkotaan dan kawasan industri. Padahal penelitian menunjukkan
bahwa tingkat kesehatan seseorang akan menurun dengan banyaknya
zat pencemar di udara.

Idealnya semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen

semakin banyak.Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selainsebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsisebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar